Wednesday, July 25, 2012

3D Concept - Part 1




Kali ini saya akan share mengenai konsep 3D (3 dimensi). Apa itu 3D? Bagaimana gagasan utama 3D? Dan apa kegunaannya?
Namun sebelum itu kita akan bahas dulu sedikit dasar tentang 2D Concept, agar bisa dipahami hubungannya dengan 3D.

2D Axis & Coordinate Systems

Waktu kita belajar matematika atau pelajaran berhitung lainnya, sempat kita mengenal grafik (chart).



Dimana kita mengenal adanya sumbu X (x-axis) dan sumbu Y (y-axis). Sumbu X yang horisontal dan sumbu Y vertikal. Sistem koordinasi seperti ini sudah umum dalam hal pemetaan dua dimensi. Dan sebagai contohnya seperti di sistem koordinat Cartesius (Cartesian coordinate system);___ kalau gak salah! (Agak lupa-lupa ingat sih.. :P). Mohon koreksi dan maklum-nya.




Mari kita ambil contoh sebagai berikut.
Misalkan panjang sumbu X (merah) dan sumbu Y (hijau) sama-sama berukuran 10 unit. Dimana sumbu yang bersebrangan (origin) adalah di X=0 dan Y=0, maka titik koordinat-nya ada di (0, 0)__(bulatan hitam). Origin biasa dilambangkan dengan huruf O.



Dan biar tidak membingungkan coba kita buat garis-garis koordinat-nya (grid), yang dimana setiap garis-nya mewakili satuan untuk ukuran unit.



Area di grid ini sebagai patokan untuk posisi dari suatu objek. Misalnya ada sebuah titik di posisi seperti gambar dibawah ini. Kita bisa menentukan posisinya dengan menarik salah satu garis di grid yang bersinggungan dengan titik tersebut. Dalam contoh gambar ini posisi titik berada di X=2 dan Y=2 (2, 2).




Mudah sekali bukan untuk menentukan posisi suatu titik di koordinat X dan Y?
Namun bagaimana jika ada suatu objek geometris 2D (shape), bagaimana cara menentukan posisinya? Contoh dibawah ini ada sebuah shape yang berbentuk segi-empat yang  sudah kita kenal sebagai persegi panjang (karena ada dua pasangan rusuk yang tidak sama panjangnya).



Coba kita aktifkan lagi grid-nya agar lebih jelas. Tentunya disini kita bisa langsung menghitung panjang dan lebar dari persegi panjang tersebut, iya kan? Untuk panjangnya berukuran 5 unit dan lebarnya berukuran 3 unit. Panjang keliling-nya 2(5+3) = 16 unit. Menghitung luas pun mudah, 5x3 = 15 unit persegi. Namun yang susah menentukan posisinya saja kan?




Nah, makanya agar tidak membingungkan, maka di tiap bangun geometri mempunyai sumbu sendiri.
Dalam software-software vektor seperti Adobe Illustrator, CorelDRAW, Freehand, dan lain sebagainya, apabila kita membuat suatu objek maka ada pengaturan sumbu-nya dan kita bisa tentukan letak sumbu tersebut mau dimana. Tapi kebanyakan (kita ambil contoh di software Adobe Illustrator), sumbu objek tersebut bisa di tengah-tengah objek, di tengah-tengah tiap rusuk-nya, atau di tiap-tiap sudut-nya.

Seperti contoh gambar di-bawah ini, kita mau menentukan sumbu-nya di sudut objek persegi panjang ini, maka bisa terlihat posisi masing-masing dari titik-titik yang ada di sudut.
Jika sumbu-nya berada di sudut kiri bawah (titik A) maka posisi koordinat-nya (3, 3), jika sumbu-nya di kiri atas (titik B) maka posisi koordinat-nya (3, 6), dan seterusnya___ silakan lihat saja gambar-nya agar lebih jelas. :D




Dalam sistem koordinasi seperti ini, dan seperti yang sudah kita ketahui___ jika sumbu X yang berada di kanan sumbu Y maka hasilnya positif, dan sumbu X yang berada di kiri sumbu Y maka hasilnyanegatif. Begitu juga dengan sumbu Y yang berada di atas sumbu X maka hasilnya positif, kebalikannya jika sumbu Y berada di bawah sumbu X maka hasilnya negatif.

Untuk mudahnya--> ke kanan positif, ke kiri negatif | --> ke atas positif, ke bawah negatif

Contoh gambar di bawah ini menjelaskan bagaimana jika posisi objek berada di kiri bawah dari titikorigin.



Namun dalam software-sofware 2D vektor maupun grafis kebanyakan sistem koordinasi-nya tidak seperti ini. Ada sedikit perubahan di sumbu Y. Namun hanya dibalik saja, sumbu Y ke atas negatif, ke bawah positif. Sistem rotasi-nya pun terbalik (di Adobe Illustrator) __ apabila objek diputar searah jarum jam maka hasil besar sudut-nya negatif dan apabila diputar berlawanan arah jarum jam maka hasil besar sudut-nya positif. Namun di Adobe Photoshop malahan kebalikannya.



Dan tidak hanya itu, dalam software-software 2D sumbu X (horisontal) biasa disebut dengan Weight (W) dan sumbu Y (vertikal) biasa disebut Height (H).



Ini beberapa contoh sistem transformasi di Adobe Illustrator.







Sekian saja dulu mengenai sistem koordinat di 2D___ terlalu panjang kalau dijabarin disini semua, huehehe___, di bagian ke-dua nanti kita akan bahas sistem koordinasi dari 3D.

...to be continued.




Hope you enjoy and stay creative, stay neat!!

*Denzel Invulnerable for Creative Folder*


No comments:

Post a Comment